Responsible Sourcing
Is How We Operate.
Not a marketing commitment — a production requirement embedded into our supply chain from raw veneer to final shipment.
Sustainability Isn't a Label.
It's How We Source.
For buyers in Europe, the United States, and other ESG-regulated markets, timber sourcing traceability isn't optional — it's a procurement requirement. As the EU Deforestation Regulation (EUDR) and the US Lacey Act raise the compliance bar, your supply chain documentation matters as much as product quality.
At Naga Indonesia Plywood, responsible sourcing is embedded in how we operate — not bolted on as a marketing layer. Our SVLK certification covers the full legality chain from forest source to export shipment. That means your audit team doesn't have to do additional due diligence on our supply chain.
Download Sustainability Documentation →
Three Pillars of Responsible Production
Timber Legality & Traceability
Every cubic metre of timber entering our facility is traceable to a legal, documented source. Our SVLK certification (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu — Indonesia's national timber legality system) covers the full chain from harvest to export shipment. This is not self-certified — it is audited by an independent third-party body.
Waste Reduction in Production
Veneer off-cuts and production waste are systematically recycled — used as biomass fuel for our own drying kilns, eliminating external energy dependency for that process. Our waste-to-energy model reduces both disposal cost and fossil fuel usage in the plant. We track waste ratios per product line and improve continuously.
Community & Workforce Responsibility
Operating in Central Java since 1998, our workforce is drawn from local communities — many with generational employment within the same facility. Responsible employment, safety-standard compliance, and community development are audited through our sustainability framework and visible in our annual reporting.
What "Responsible Production"
Looks Like in Practice
Concrete practices — not aspirational statements.
100% Legal Timber Documentation
Every incoming timber batch is verified against SVLK documentation before it enters our production floor. Non-compliant material is rejected at intake — regardless of price or delivery urgency.
In-House Formaldehyde Emission Testing
We test every production batch for formaldehyde emissions against E0 and E1 limits. Products failing these limits do not leave our facility — protecting your end customers and your brand.
Veneer Recovery Rate Optimisation
Our satellite veneer plants are managed to maximise material recovery from each log. Higher recovery rates mean less forest impact per m³ of finished product — a metric we track and improve annually.
Export Compliance for Regulated Markets
Phytosanitary certificates, SVLK export documents, and heat-treatment records are prepared for every shipment to EU, US, and other regulated destinations — keeping your import clearance straightforward.
Our documentation is maintained current and available to buyers for their own compliance needs.
SVLK Certified
Indonesian Timber Legality
Phytosanitary Ready
All Export Markets
Responsible Sourcing
Audited Supply Chain
Keberlanjutan Perusahaan
Perusahaan berkomitmen untuk mengidentifikasi, mengelola, dan secara berkelanjutan meningkatkan aspek-aspek lingkungan yang penting. Kami memprioritaskan pengadaan kayu yang bertanggung jawab serta pengelolaan limbah yang efisien, termasuk upaya pengurangan limbah melalui proses daur ulang dan metode pembuangan yang tepat. Komitmen ini merupakan wujud tanggung jawab kami terhadap keberlanjutan demi masa depan yang lebih baik.
Pemrosesan Sampah B3
Pengelolaan limbah B3 merupakan aspek penting lainnya dari praktik keberlanjutan perusahaan. Perusahaan kami memprioritaskan daur ulang sebagai cara untuk memulihkan atau memanfaatkan energi dari bahan limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Selain itu, perusahaan menggunakan metode pengolahan dan pembuangan yang tepat untuk limbah berbahaya, memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang diperlukan.
Pemrosesan Sampah B3
Pengelolaan limbah B3 merupakan aspek penting lainnya dari praktik keberlanjutan perusahaan. Perusahaan kami memprioritaskan daur ulang sebagai cara untuk memulihkan atau memanfaatkan energi dari bahan limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Selain itu, perusahaan menggunakan metode pengolahan dan pembuangan yang tepat untuk limbah berbahaya, memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang diperlukan.
KAMI BERDIRI TEGUH, ALAM HARUS DILINDUNGI
Pengelolaan Ekosistem dan SVLK
Kebijakan pembelian kayu gelondongan kami mewajibkan bahwa seluruh bahan baku yang dibeli harus sesuai dengan peraturan dan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. Kami menolak pembelian kayu dari pemasok atau petani yang terlibat dalam praktik illegal logging maupun pembakaran lahan. Di seluruh fasilitas kami, setiap bagian kayu dimanfaatkan secara optimal tanpa menyisakan limbah yang tidak terpakai. Pendekatan ini tidak hanya mengoptimalkan manfaat ekologis kayu sebagai bahan baku, tetapi juga meningkatkan kemampuan penyimpanan karbon.
Kami juga dengan bangga memastikan bahwa seluruh fasilitas kami telah sesuai dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) nasional Indonesia. Skema ini merupakan implementasi dari Voluntary Partnership Agreement (VPA) dalam kerangka Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) yang ditandatangani oleh Uni Eropa, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengakuan produk kayu nasional di pasar global.